Survey Kesesuaian Lahan untuk Karet di Pulau Laut Kalimantan Selatan

Disclaimer: Akan ada banyak foto, please be patient..🙂

Sebuah perjalanan yang sungguh mengasyikan. Bayangan survey di hutan sekunder seluas ±5000 ha (yang kemudian menjadi 6850 ha) di pulau Laut 17 – 27 November 2008 berupa capek, menakutkan dan menjenuhkan ternyata tidak benar, kecuali capeknya.. selebihnya? FUN…!!

Tim survey dari Pusat Penelitian Karet – Tanjung Morawa Medan yang terdiri dari Ir.Suprianto (Puslit Tanjung Morawa), Priyo Adi Nugroho, SP (Kelti Tanah dan Pemupukan – Balit Sungei Putih), Ari Santosa Pamungkas, SP(Kelti Tanah dan Pemupukan – Balit Getas), Yushar (teknisi Tanah – Balit Sungei Putih) dan Legino Surip (teknisi Pemuliaan – Balit Sungei Putih).

Buku hariannya adalah sebagai berikut:

Hari 1 (17 Nov ’08)

Perjalanan ke Pulau Laut dimulai dengan keberangkatan Tim Survey  yaitu saya dari Adisucipto Jogja – Banjarmasin dg Mandala RI 350. Dan tim dari Medan dengan Lion Air dari Medan – Jakarta – Banjarmasin. Kemudian keseluruhan tim survey dijemput pak IGP Mariasa (Pak Putu) selaku wakil dari Inhutani II yang akan mendampingi kami selama kegiatan ini berlangsung. Kami menginap semalam di Mess INHUTANI II di Jl. A.Yani Barat 8 Banjarbaru yang terletak hanya ±15 menit dari Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin. Disini kami dijamu makan malam yang lebih dari cukup baik jumlah maupun jenis makanannya. Alhamdulillah.

Hari Ke 2 (18 Nov ’08)

Hari kedua kami mulai dengan perjalanan panjang 8 jam dari Banjarbaru menuju Batulicin dengan mobil. Kemudian dari Batulicin kami menyeberang dengan kapal Feri, dan dilanjutkan dengan perjalanan mobil lagi ke Mess di dekat Bandara Stagen. Disini kami beristirahat sejenak dan bertemu dengan Kepala Unit Perhutani II Bp. Mahrizal.

IGP Mariasa (Putu), Ari Santosa, Priyo, L.Surip, Yushar dan Supriyanto
IGP Mariasa (Putu), Ari Santosa, Priyo, L.Surip, Yushar dan Supriyanto

Selepas Minum kopi, menghabiskan pisang goreng yang lezat serta berbincang – bincang kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Camp Semaras. Akan tetapi, sebelum berangkat kami harus berganti mobil dari Kijang Innova menjadi Daihatsu Taft dan Mitsubishi Estrada. Hal ini karena  medan jalan yang akan kami tempuh selama dua jam kedepan adalah berupa jalan perintis dan belum diaspal.

Pukul 20:00 wita kami sampai di Camp Semaras. Setelah mandi, kami pun makan malam dengan lahap, karena menu yang dihidangkan sungguh memuaskan. Agenda kemudian? Tidur? Bukan.. Karena saya newbie dalam survey lahan untuk karet (pengalaman pertama nih, untuk survey karet), maka saya pun (berusaha) menyerap bagaimana cara untuk survey lahan untuk perkebunan karet dari Mas Priyo dan Pak Yushar (yang sempet saya salah tangkap nama beliau menjadi Pak Yusro’.. hehehe.. maaf Pak).

Setelah berdiskusi mengenai pembagian daerah survey dan metodenya, kami pun bergegas untuk tidur. Oh iya, kami pun harus terima kenyataan bahwa hanya ada sinyal dari satu operator GSM di Camp ini dan itu pun kadang ada, kadang hilang.. yang mana kalau kami ingin menelepon dengan lancar, kami harus ke tengah halaman depan (yang luas seperti lapangan) di Camp Semaras ini..

Hari Ke 3 (19 Nov ’08)

As usual alias seperti biasa, setelah sarapan lezat nan bergizi dalam porsi besar, kami pun memulai pekerjaan survey ini. Kali ini saya dan Mas Priyo serta Pak Yushar tergabung dalam satu kelompok survey untuk menyamakan prosedur kerja survey. Kali ini kami didampingi Oleh Pak Djaelani dari Inhutani. Survey pertama ini kami menempuh 3,5 km PP menembus hutan sekunder dan dibantu oleh 6 tenaga lepas, yaitu 3 orang perintis hutan bersenjatakan parang yang bertugas membuka jalan buat kami dan 3 orang untuk mengebor dan menggali profil tanah.

Duh.. gelap yah d hutan..

Duh.. gelap yah d hutan..

Hari ke 4 – 7 (20-23 Nov ’08)

Mulai hari keempat – ketujuh, kami split menjadi dua kelompok survey dengan tujuan menghemat waktu (karena di Pulau Laut hampir tiap hari hujan dan sering deras serta lama). Selain itu, ada perubahan luasan lahan yang akan disurvey dari 5000 ha menjadi 6850 ha sehingga kami harus bekerja sedikit lebih cepat. Saya dan Pak Yushar dibantu 3 orang perintis dan 2 orang pengebor contoh tanah. Mas Priyo dan Pak Djaelani dibantu 3 orang perintis dan 3 orang pengebor serta penggali profil tanah.

Peralatan kami tiap kelompok survey? Standar aja kok: GPS, Peta, kompas, bor tanah, cangkul, kantong plastik, Munsell Soil Color Chart serta buku catatan plus alat tulisnya. So here we go..

Jarak yang kami tempuh tiap hari dalam menuju lokasi serta menembus hutan dengan berjalan kaki bervariasi antara 3 – 9 km tiap harinya dengan medan kadang mendaki, turunan, menyeberang sungai dari yang ada jembatannya sampai yang masuk ke sungai sedalam sepinggang. Hasilnya? Kulit makin hitam, tangan beset terkena duri, bahkan kaki saya sempat tertusuk 4 duri hitam dan panjang dari pelepah sejenis palem (tetapi penuh duri dari batang sampai pelepahnya) yang kebetulan terjatuh di lantai hutan yang gelap.

 

Betul.. Duri inilah yang menancap di kaki Ari

Betul.. Duri inilah yang menancap di kaki Ari

 

Salak hutan, buahnya kecil sekali lho.

Salak hutan, buahnya kecil sekali lho.

 

Hal unik yang kami temui? Monyet abu2, sarang babi hutan, banyak jebakan pelanduk, jebakan rusa, kayu hutan bekas penebangan, pohon – pohon besar yang tumbang karena lapuk. Bahkan kami menemukan biawak besar yang terjerat ke jebakan pelanduk. Ular? Saya sempat menanyakan ke perintis yang membantu saya mengenai keberadaan ular. Jawabannya? Lha banyak kan Mas di dahan – dahan di hutan yang kita lewati, juga di dekat kumpulan salak hutan juga biasanya banyak. Komentar saya: Lho? Kok saya tidak melihat ya Mas? (dalam hati saya sih bersyukur tidak melihat dan juga tidak diganggu oleh ular anak buah orochimaru itu.. yang berukuran sedang sampai besar… terutama ketika kami harus masuk ke sungai yang dalam itu…).

Kayu tumbang hasil Illegal logging

Kayu tumbang hasil Illegal logging

Tempat Induk Babi Mau Melahirkan yang Dibuatnya Sendiri.

Tempat Induk Babi Mau Melahirkan yang Dibuatnya Sendiri.

jebakan rusa.. besar yah talinya?

jebakan rusa.. besar yah talinya?

biawak kena jerat pelanduk

biawak kena jerat pelanduk

Buah seperti kelengkeng tapi makanannya pelanduk

Buah seperti kelengkeng tapi makanannya pelanduk

tanaman hutan yg sayangnya.. namanya saya lupa...

tanaman hutan yg sayangnya.. namanya saya lupa...

Pohonnya rada serem nih.. kayak orang yg dipengal yah?

Pohonnya rada serem nih.. kayak orang yg dipengal yah?

 

Sungai yang Terlihat Dangkal, Padahal Satu Pinggang Dalamnya.

Sungai yang Terlihat Dangkal karena Keruh, Padahal Satu Pinggang Dalamnya.

Total terdapat 9 SPL yang bisa kami survey dalam rentang 5 hari ini. Contoh tanah kami ambil 3 titik pewakil setiap SPL dimana jarak antar tiap titik adalah 500 m dan di setiap titik kita mengambil 2 kedalaman yaitu 0-20 dan 20-40 cm. Dari 9 SPL tersebut dan dari pengamatan visual kami pun menggabung beberapa SPL yang ternyata kondisi tanahnya sama. Sehingga tinggal 5 SPL saja.

Hari ke 8 (24 Nov ’08)

Hari ini adalah hari dimana kita membuat laporan sementara untuk diserahkan ke PT INHUTANI II. Inti dari laporan sementara survey tanah di Semaras ini menunjukkan bahwa:

No

Parameter Lahan

Nilai parameter

Kategori

1. Ketinggian tempat 0-50 m dpl Baik
2. Kelerengan 0-5° Sedang-Baik
3. Kedalaman efektif >100 m Baik
4. Kebatuan 5% Baik
5. Tekstur Clay loam-loam Sedang-Baik
6. Drainase Sedang Baik
7. pH tanah 5-5,5 Sedang-Baik
       

No

Parameter Agroklimat

Nilai parameter

Kategori

1. Curah Hujan 2332,8 mm/th Sedang
2. Bulan Kering 3 BK/th Sedang

 

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa seluruh parameter berkategori sedang-baik untuk pengembangan areal tanaman karet. Agar hasil matching lebih baik dibutuhkan data agroklimat berupa data hari hujan (HH), Kecepatan angin dan kelembaban udara. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan klon tanaman karet. Hasil ini juga akan disempurnakan lagi setelah hasil analisa tanah di laboratorium BalitGetas berupa analisa: tekstur tanah, pH H2O dan KCl, C Organik, N, C/N, P tertukar, Ekstrak HCl 25%: P2O5 ; K2O ; CaO ; MgO, Nilai KTK: K, Ca, Mg, Na.

Agenda setelah selesai pembuatan laporan sementara adalah kita menunggu Linda (si gajah betina yang suka iseng.. ternyata!!) di mess untuk menghibur kami sekalian. Ketika Linda datang, kami pun memberinya makan singkong rebus yang dilahapnya dengan cepat.. dari 5 orang tamu Puslit Karet, ternyata Pak Supriyanto rada takut dengan belalai si Linda.. kemudian saya pun memberanikan diri untuk naik gajah tersebut. Eh ternyata saya dua kali dikerjai sama Linda.

Yang pertama waktu saya mau naik gajah tersebut, baru satu kaki saya naik ke punggungnya eh si Linda sudah berdiri..!! Yang saya rasakan? Ketakutan luar biasa…! Kok bisa? Karena Linda ini tidak ada pelananya.. sehingga saya hanya bergantung di leher atasnya dengan tangan dan selang beberapa menit kemudian saya pun bisa duduk di punggung si Linda setelah saya ditarik oleh Pawang Linda dari atas punggung Linda.

Linda si gajah sudah berdiri, padahal Ari belum naik sempurna.. Takut jatuh nih..

Linda si gajah sudah berdiri, padahal Ari belum naik sempurna.. Takut jatuh nih..

Alhamdulillah… bayangan ketakutanku karena apabila jatuh maka saya bisa terinjak Linda langsung hilang.. J Terus apa kegiatan rekan2 dari Puslit Karet lainnya selama saya ketakutan itu? Hanya ada dua! Yang pertama tertawa lepas karena melihat saya ketakutan, yang kedua? Sibuk memfoto saya dalam pose yang aneh karena menggantung di leher gajah!! Hihihihi..

Oh iya, Linda ini selain iseng, tapi juga pintar lho. Pas saya mau naik tadi, sandal saya dan alat kemudi sang pawang jatuh tetapi Linda dengan sigap mengambilkan dan mentransfernya ke atas punggungya. Setelah saya di atas punggung Linda, rencananya sih mau keliling mess naik gajah. Tapi tunggu dulu, baru 5 langkah Linda berjalan, saya meminta berhenti.. karena ternyata duduk di atas gajah tanpa pelana itu miring sekali setiap Linda melangkah. Takut (lagi)? Iya!

Linda Si Gajah mengambilkan tongkat yang jatuh

Linda Si Gajah mengambilkan tongkat yang jatuh

Priyo menyuapi singkong rebus ke Linda si Gajah

Priyo menyuapi singkong rebus ke Linda si Gajah

Ari dan Linda si gajah Iseng tapi Lucu

Ari dan Linda si gajah Iseng tapi Lucu

Pak Supriyanto ternyata takut sama belalai si Linda Lhoh..

Pak Supriyanto (kiri) ternyata takut sama belalai si Linda Lhoh..

Kata orang, insting gajah itu kuat terhadap orang sekitarnya mungkin betul adanya. Karena saya takut, maka sang pawang memerintahkan Linda untuk duduk supaya saya bisa turun. Tapi apa yang terjadi? Si Linda mogok tidak mau duduk dan malah menggoyang badannya ke kanan dan kiri.. walhasil saya pun makin berdegup kencang karena was – was jatuh. Setelah 5 menit diperintah, akhirnya Linda mau duduk san saya pun bersyukur bisa turun dan selamat. Dan akhirnya sesi bersama Linda si Gajah pun usai dan dia pulang ke kandangnya.

Kegiatan kami? Packing dan menempuh jalan darat mulai hari ini jam 14:00 wita serta menyeberang lagi untuk kembali ke Banjarbaru.

Hari ke 9 (25 Nov ’08)

Pukul 01:30 wita dini hari kami sampai di Mess Banjarbaru. Rencana untuk mandi terus tidur pun diganti hanya dengan cuci muka terus bablas tidur karena kami kecapekan dan malas mandi.

Hari ini sampai 27 nov ’08 adalah hari dimana kami beristirahat dan jalan – jalan. Kebetulan hari ini ada rombongan dari BalitGetas rekan saya yang lain yang baru datang ke Banjarbaru untuk kegiatan yang berbeda. Walhasil pas jam makan malam, saya ijin melarikan diri dari Mess Inhutani untuk makan malam bersama rekan – rekan dari Balitgetas yang kebetulan menginap di Hotel Alvin di dekat Mess Inhutani II Banjarbaru.

 

Indyah, Titik W, Maryono dan M. Ridwan di Banjarbaru

Indyah, Titik W, Maryono dan M. Ridwan di Banjarbaru

Hari ke 10 (26 Nov ’08)

Setelah menyantap kupat kandangan yang lezat, kami serombongan pun berjalan – jalan ke CBS Martapura. Seperti biasa: memborong kain sasirangan, lampit, batu alam serta membelikan titipan rekan dari PTP N IX yaitu pasak bumi (bentuk gelas) serta akar kuning kering dan tak lupa membeli amplang. Saya sendiri tidak heboh belanja kecuali membeli titipan rekan, karena saya sudah berbelanja heboh ke martapura ini pas bulan kemarin, yaitu pas kebetulan tugas Diseminasi di Pleihari Kalsel bulan Oktober kemarin.

 

Kupat Kandangan yang Lezat..

Kupat Kandangan yang Lezat..

Belanja di CBS Martapura

Belanja di CBS Martapura

Oh iya, pada hari ini Pak Supriyanto – Tanjung Morawa dan Pak Legino Surip – Sungei Putih pulang hari ini via Lion Air jam 14:00 wita.

Hari ke 11 (27 Nov ’08)

Time 2 go home!! Khusus untuk tim survey tanah, kami pulang hari ini. Mas Priyo dan Pak Yushar via Pesawat Lion Air  jam 14:00 dan saya sendiri via Mandala RI 353 jam 16:25 wita. Karena pesawat Lion Air masih nanti jam 14:00, maka Mas Priyo dan Pak Yushar belanja (lagi !!) di CBS Martapura karena masih ada yang kurang. Saya? Tiduran aja di Mess sambil lihat TV saja.

Alhamdulillah, kami semua selamat sampai tujuan masing – masing. Sungguh pengalaman yang menyenangkan bekerja bersama anda – anda semua yang saya sebutkan di atas. Semoga kerjasama ini bisa berlanjut ke hal positif yang lain. Amien.

Untuk team Sungei Putih dan Tanjung Morawa, saya mengucapkan terima kasih, karena telah mengajarkan saya banyak hal. Baik tentang survey tanah sampai ke permainan domino yang lucu dan seru untuk mengisi waktu luang kita. Kapan ya kita bisa bekerja berkelompok lagi ya Pak? Hehehe.. Khusus untuk Pak Putu: kami berterima kasih banyak atas service yang sangat memuaskan (baik tempat tinggal, akomodasi maupun konsumsi) selama kami di Kalsel ini.

Laporan Selesai..!! Alhamdulillah…

15 Balasan ke Survey Kesesuaian Lahan untuk Karet di Pulau Laut Kalimantan Selatan

  1. Vanilalatte mengatakan:

    Hihihihih………….. gajah ama yg nunggang gedhenya kok sama yaaaaaaaaa…hihihih😛
    great Journey!! :D…pengeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnn

  2. fie mengatakan:

    loooooo……itu survey apa rekreasi yaw!!!hihihihi, kurang satu….oleh2nya blm sampe k mlg!Kapan????

  3. Andy MSE mengatakan:

    We.e.e.e.e.e.e…. bar lebaran berulang kali masuk ke sini kok ndak ada tulisan lagiii… Oktober-November kosong blong….
    Ternyata, malah golek pasinaon di Tanah Sebrang…
    Sukses selalu kang!… Pengalamannya menarik sekali, sungguh bermanfaat…

  4. Andy MSE mengatakan:

    We.e.e.e.e.e.e…. bar lebaran berulang kali masuk ke sini kok ndak ada tulisan lagiii… Oktober-November kosong blong….
    Ternyata, malah golek pasinaon di Tanah Sebrang…
    Sukses selalu kang!… Pengalamannya menarik sekali, sungguh bermanfaat…

  5. Ori mengatakan:

    Kenapa perasaan kerjaannya makan-makan trus ya ?🙂

  6. ikapratiwi mengatakan:

    Kembali ke pohon kek..kek..kek….
    Wah kalo ada lagi ajak saya ya pak :d

  7. RG mengatakan:

    jadi gimana hasil surveynya, bagus tidak buat karet?
    apa ada kemungkinan untuk ikut investasi kecil-kecilan atas nama perseorangan? hehe

  8. santy mengatakan:

    pak, kalo mau tanya2 tentang karet dan pengelolaan perkebunan bisa ngaak?
    boleh lewat sini atau harus ke getas bawa surat dari kampus?

  9. ari_san mengatakan:

    @ RG:
    wah.. kalo untuk invest karet.. sepertinya kami tahun ini konsen ke Jawa dulu Pak.. Kalo ke luar jawa? Pasti nanti kami kabar2 njenengan…🙂

    @ Santy:
    Untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi Balit Getas via telp di 0298 – 322 504 atau Fax di 0298 – 323 075. Kami akan dengan senang hati memberikan informasi kepada anda. Kalau untuk kegiatan permagangan baik kegiatan akademik atau magang untuk mengisi liburan, silahkan membawa surat pengantar dari Fakultas.

  10. tezasha mengatakan:

    om ari duri apa yang nancep di kaki o’ai? kan nggak ada namanya di bawah fotonya.

  11. dek miLa mengatakan:

    ass om
    wuih q baru sempat onlene lg ni om
    kmrn sempet vakum ya biasalah skulah.
    om Ari kpn pindah k rumah dinas?
    kabar2 ea?
    salam dari ayah,bunda,te anna,de’ fachri n so pasti de’ mila.
    he he ^^

  12. aswandi mengatakan:

    asslm………

    salam knl y OM…
    sy lg penltn (skripsi) kbtln tntng karet, Om bs ksh tau nggak cr survey lahan tntang karat (metode n Prosedurnya).

    kalo blh sprti survey oM d Kal Sel taon kmren…thank,s ya Om.

    wasslm.

  13. Heri mengatakan:

    Salak hutan ini di Babel lebih terkenal dengan na “Kelubi” dan sering merupakan tempat ular bersarang.

  14. Asep mengatakan:

    Pengalaman yg menyenangkan. Dulu tahun 98 kami pernah magang d INHUTANI II selama 2 bulan d P. LAUT. Kami tinggal d Mess Stagen. Semaras, Mekarpura pun Kami kunjungi. Saat itu zaman lg maraknya ilegal logging. Menyenangkan bisa bertemu pak Jaelani, Pak Ali, Pak Beni, Pak Widodo, Pak Yanuar & Pak Hari Trianto ( Kanit )

  15. Akhmad Rizal F mengatakan:

    Apakah saya bisa minta hasil surveinya pak? karana saya punya lahan dikalimantan timur tepatnya di kota bulungan rencananya ditanami tanaman karet, mohon petunjukknya, syukur2 saya diberi no kontak HP bapak…email saya akhmad.rizal.fahrudin@gmail.com trimaksih bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: